Aplaus Konzerthaus, RI Pacu Kunjungan Wisman Austria 2016

f89dcd4b-1024-4633-85e2-d074ca007440_169

 

Wina – Apresiasi dan aplaus panjang mengiringi penampilan konser seni budaya Maluku dan Jawa Barat di tempat prestisius: Konzerthaus, Austria. Potensi pasar pariwisata negara ini sangat menjanjikan.

Mengibarkan tema “Wonderful Indonesia for the World”, konser untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ini digelar di gedung pertunjukan Wiener Konzerthaus, Wina, Sabtu malam waktu setempat atau Minggu (20/3/2016) waktu Indonesia.

Diperkuat Harri Stoijka Gipsy Jazz Trio, yang pernah tampil di Java Jazz Festival (Jakarta), Ngayog Jazz (Yogyakarta) dan Bali Jazz Forum (Bali), konser menampilkan Tifa dan Musik Amboina dengan lagu-lagu daerah Maluku, Tari Jaipong, Tari Topeng, arumba dan angklung, instrumen musik yang sudah diakui UNESCO.

“Persembahan malam ini akan membantu Anda menemukan lebih banyak mengenai Indonesia, memberi tinjauan sekilas ke alam Indonesia yang berbeda, indah dan eksotis, khususnya Jawa Barat dan Maluku,” ujar Dubes Rachmat Budiman dalam sambutan singkatnya.

Mozartsaal, Konzerthaus, berkapasitas 704 tempat duduk, yang terisi penuh sampai balkon menjadi gegap gempita ketika Dubes tampil menyanyikan lagu  populer setempat “Wien, Wien, Nur du Allen” (Wina, Wina, Cuma Kamu). Oleh Dubes, lagu nostalgia ini dibawakan dengan irama jazz diiringi Harri Stoijka Gipsy Jazz Trio.

Konser yang menggugah hasrat warga Austria itu didukung dengan audiovisual pantai-pantai eksotis dan taman bawah laut nan indah di Maluku, Bandung dengan penawaran pariwisata unggulannya dan destinasi lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebelumnya ditampilkan kesan luas Indonesia ekuivalen membentang dari Dublin sampai Moskow, rumah bagi 250 juta orang, lebih dari 300 kelompok etnis, sekitar 700 dialek bahasa dengan budaya tradisional dan kehidupan modern, serta mempromosikan sikap saling menghormati dan toleransi.

Harri Stroijka sendiri, gitaris jazz yang disegani dan peraih penghargaan “Goldene Ehrenzeichen fuer Verdienste um die Republik Oesterreich” (2013), menyampaikan testimoni pengalaman perjalanannya ke Indonesia dan berpartisipasi dalam tiga kali festival jazz di Jakarta, Yogyakarta dan Bali, betapa Indonesia punya segalanya untuk dikunjungi.

“Dari semua negara-negara yang sudah pernah saya kunjungi selama pementasan, Indonesia adalah negara yang buat saya paling berkesan, dari keramahtamahan orangnya, keindahan alamnya, bahkan hotelnya,” cetus Harri.

Austria termasuk pasar pariwisata non-tradisional bagi Indonesia. Dengan populasi 8,7 juta orang dan GDP (PPP) per kapita US$ 43.546, potensi pasar negerinya Wolfgang Amadeus Mozart ini sangat menggiurkan.

Angka kunjungan wisman dari Austria ke Indonesia sendiri terus tumbuh, sebagaimana disampaikan Korfungsi Pensosbud Dody Kusumonegoro kepada detikcom, tahun 2015 lalu mencapai 22.429 orang, namun angka ini masih jauh dari potensi yang tersedia.

Fakta bahwa negara ini tak punya pantai dan akses ke laut juga menjadi daya tarik tersendiri untuk digarap dengan penawaran destinasi wisata pantai, laut (snorkling, diving), mandi matahari, yang tersedia melimpah di Indonesia.
(miq/miq

Sumber: http://news.detik.com/berita/3169143/aplaus-konzerthaus-ri-pacu-kunjungan-wisman-austria-2016